Sabtu, 30 Desember 2023

Which Kind of Leader are you?



Yes, dari judulnya sudah jelas bahwa gw kali ini ingin menuangkan pemikiran gw mengenai arti dari kata "leader" itu sendiri. Backgroundnya, kenapa sih gw mau nulis hal ini adalah karena selama ini gw selalu berusaha belajar untuk menjadi Leader itu sendiri.

Latar belakangnya adalah karena gw dalam hidup sampai saat ini selalu bertemu dengan begitu banyak orang yang menganggap dirinya pemimpin dan hal itu pasti tidak dapat dipisahkan diantara kita semua, gw juga yakin buat kalian pembaca ini juga merasakan hal yang sama. Pasti saat ini kalian sedang dipimpin sama sesuatu, baik di kehidupan ataupun di kerjaan kalian, maksudnya dalam hal ini tentu ORANG yap, bukan materi or else.

Nah selama ini, gw secara pengalaman hanya baru satu kali bertemu dengan Leader yang WISE, Leader yang tahu bagaimana bersikap sebagai pemimpin dan bagaimana bersikap sebagai Teman dan tentunya sebagai atasan yang tidak kompromi dengan performance. Namun saat gw berada di bawahnya dia, seorang leader yang sangat wise tersebut, hal apakah yang terjadi kedalam dirinya? OFFICE POLITICS memaksa dia untuk dikeluarkan. IRONI ? YES, thats how the life works. but does GOD Stand Still ? NO. saat ini beliau menjadi salah satu pemegang jabatan tertinggi dalam sebuah perusahaan retail elektronic terbesar di Indonesia, gw gak perlu sebut namanya, tapi gw sangat bersyukur karena di melalui dialah, gw belajar, apa itu menjadi ORANG yang bermanfaat, berintegritas dari perkataan dan perbuatan dan bagaiaman TREAT the people wisely.

Setelah itu, gw gak pernah lagi bertemu dengan pemimpin selevel beliau dan berberapa kali gw bekerja gw menemukan the dark side of boss. Bos yang suka main cewe tapi berkedok agama dan mengambil komisi bawahan, pemimpin yang tidak walk the talk, pemimpin pendiam dan memikirikan semuanya sendiri dan endingnya chaos to the company, pemimpin yang unwise tapi terlihat wise dan selalu insecure, pemimpin yang memang memperhatikan anak buah, tapi tidak tahu bagaimana mengontrol sehingga at then end hanya menjadi otoriter, dan banyak lagi.

Cukup unik perjalanan hidup sebagai seorang pemimpin, tidak semuanya buruk, tentu ada pula Leader yang baik yang gw temui, yang tahu bagaimana fighting for the people, thinking about the people, and else. Tidak semuanya buruk, tapi kebanyakan menjadikan pembelajaran sendiri.

So gimana konklusinya? hmmm Leadership is a Journey menurut gw, dan kita akan sering mendapatkan atau mempertanyakan keputusan pemimpin dimanapun kita berada dan kadang kita hanya bisa terima dan terima. Tapi, disitulah gw membentuk mental kepemimpinan gw, dimana gw serap selutuh yang baik dan menghindari semua yang tidak baik, serap manisnya, buang pahitnya, itu menjadikan gw pemimpin yang "BIJAK".

Kita tidak bisa membahagiakan semua orang, BENAR. Kita tidak bisa memperlakukan orang dengan. SAMA, dan gw memilih menjadi pemimpin yang TAHU MENEMPATKAN diri dan TAHU bagaimana TREAT setiap orang yang gw pimpin dengan karakter dan situasi yang berbeda, Ada yang perlu dikerasin, ada yang perlu di pantau, ada yang perlu di micro manage, ada yang perlu diperhatikan lebih, dan berbagai macam. karena gw tahu, pemimpin yang baik melahirkan pemimpin lainnya.

Yes, gw juga tidak perfect, karena itulah gw terus serap cara leadership itu bekerja dan keep belajar untuk terus tahu, bahwa kepemimpinan itu adalah journey yang sendirian. Setidaknya gw harus tahu bagaimana memimpin diri gw sendiri saat ini, batasan yang perlu dibuat, hal hal yang bisa ditolerir dan yang tidak, hal hal yang perlu komitmen dan yang tidak perlu, tahu menempatkan prioritas dan tentu saja terus bertumbuh untuk menjadi bijak.

My Ideal Leadership ? Being FAIR to everyone and JUST in each situations.



Jumat, 29 Desember 2023

Good bye 2023 and Hello 2024

Good Bye 2023 and Hello 2024

2023 secara gambaran adalah roller-coaster kehidupan yang sangat sangat mengganas dan mencenangkan. Hari ini Bahagia, besok Kecewa, kemudian Berharap kembali, Bahagia, dan Kecewa Kembali, mungkin itu adalah siklus di 2023.


Banyak belajar berharap sesuatu yang kemudian dihancurkan akibat salah dalam ber-ekspektasi, belajar kembali mengampuni, bangun kembali dan menata kembali dari sisa fondasi yang ada, tertekan kembali dengan environment yang ada, dan diremukan kembali.


Politik, Manipulatif, Keserakahan, Kepalsuan, Kemunafikan dan Harapan palsu terus digencarkan hingga terhimpit dan tidak tahu harus lari dan bersembunyi kemana, seakan Napas adalah satu satunya jalan keluar yang masih tersisa untuk terus bisa "Bersyukur" untuk setiap tarikan napas yang masih bisa dilakukan.


Bagaikan orang yang dalam perperangan, balut luka dan berdarah dimana mana, namun masih tetap bernapas dan berharap sesuatu yang baik terjadi, Kapan? tidak tahu, hanya bisa berharap.


2023 menjadi titik pengembangan pemimpin dalam memimpin orang yang dimana mengubah kehidupan mereka, walau pada akhirnya gagal satu namun tidak masalah. Namanya Belajar, tidak selalu menjadi 100, namun sayang hal itu dianggap "FAILED" terbesar yang terjadi dibanding level of commitment  dan loyal yang sudah diberikan.


Tuaian penalty, Politics, unwise decision dan unreasonable pressure getting coming back. Satu kalimat dalam satu malam yang mengubah segalanya :"AMPUNI MEREKA". 


Disaaat keputusan itu diambil, sujud dan menyembah yang Maha Kuasa menjadi sebuah kehidupan yang baru, karena menyadari, apa yang diberi padanya akan dipertanggung-jawabkan dan diambil. Dia yang memberi, Dia yang mengambil.


Bearti, DIA selalu memiliki something in store yang pada WAKTUNYA akan diberikan kepada kita, DIA yang hidup dan berjanji. Tidak dihargai disini, DIA punya cara lain membuat kita dihargai di tempat lain, karena DIA pada awalnya sudah MENCINTAI kita.


They can put us down quietly, but God can lift us up publicly.


The story is not end yet, during all of these things, i came out with conclusion, God still has something in store, and by His time, He will reveals and brings me high to the place He wants me to be.


I don't need to follow my heart but I Need to follow what HE wants me to do. He is the center of this life and forever will be, He will never break the promise He made and it Means, i only can be keep waiting while preparing my self.


2024, Segala sesuatunya akan semakin memburuk, kondisi dunia tidak akan membaik, tapi kita yang akan menjadi semakin kuat. Environment, Toxicity, Hidden Agenda, Greed and Uncertain akan selalu ada, Level high of commitment diminta walau tidak diberikan Clarity of the path yang bisa diberikan.


but, Setiap hal ada waktunya dan dalam setiap waktu ada hal yang dapat terjadi, good or bad, no one knows, but kita bisa berharap yang baik selalu terjadi.


Persiapan dan Kedewasaan akan sebagian luka yang mungkin saja sudah sembuh dan sebagian luka yang masih proses penyembuhan serta persiapan akan Luka baru yang akan ditembakan akan terus terjadi, tapi tetap percaya bahwa Setiap Darah dan Tangis yang keluar tidak selamanya, Proses penyembuhan akan terus ada, karena percaya bahwa DIA selalu Baik, dan DIA menjanjikan DAMAI SEJAHTERA dan MASA DEPAN yang penuh PENGHARAPAN.


DIA, sang Raja Damai, yang bersama dengan kita, akan membawa kita "JOY" didalam penderitaan yang akan dialami kedepannya, tapi kepuasan terjadi karena walau dalam penderitaan, DIA tidak meninggalkan. DIA tahu dan saat waktunya tiba, DIA lah yang akan membawa kita ke tempat dimana level kita akan dinaikan dan tentunya KITA SIAP.


DIA SANG DAMAI yang bersama kita akan berjalan bersama kita di setiap langkah yang akan kita jalani di 2024, setidaknya itulah PENGHARAPAN yang bisa dimiliki dan bergantung kepada DIA yang berkuasa atas hidup ini. Dengan demikian tidak hanya DIA bersama kita, WISDOM akan mengikuti kita dan membuat kita selain SIAP namun juga BIJAK, dan setiap pengharapan yang dibangun di dalam DIA, SANG JURUSELAMAT tidak akan pernah mengecewakan.


Happy New Year 2024!