Tampilkan postingan dengan label 2021. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2021. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 November 2021

FINDING HAPPINESS

Finding Happiness

Akhir Akhir ini gw belajar untuk memahami mengenai apa itu mengejar Happiness, dan sering kali kita melihat untuk selalu mengejar kebahagiaan. yah, siapa sih yang gak mau bahagia, semua orang mau bahagia, siapa juga yang gak mau bahagia. Kita semua juga maunya bahagia, kita semua pingin bahagia, dan kadang bahagia menjadi suatu standard kehidupan dalam hidup kita.

Kita mau bahagia. 

Siapa juga yang tidak mau bahagia, karena semua hal akan berubah menjadi positif saat kita menjadi bahagia, walau kadang kita sendiri yang menentukan itu bahagia atau tidak.

Dari salah satu artikel yang gw dapatkan dari internet dalam bahasa inggris, (https://www.mindonjesus.com/how-to-find-true-happiness/) ada sih berberapa kebahagiaan yang memang ditentukan dari manusia pada umumnya, yang adalah;

"Some of us put our hope in money. We feel that if we can buy a new car or have a big house or (put in your shopping addiction here), happiness will come to us. Though I agree that money can buy us a lot of things to live a comfortable life, but it will never give us what we truly seek after.
Some of us seek fulfilment in relationships. We go from one partner to another in search of true happiness, only to find out that it still evades us. Even our parents, spouses, and children will never be able to give us true happiness in life.
Some of us take to drugs, lust, alcohol, sex, and porn (Get rid of porn) to give us a temporary false sense of joy and peace. We then awake the next morning, still feeling depressed, anxious, and unfulfilled.
Some stay late in the office, hoping to do better at work, or get a promotion or move up the corporate ladder, in search of true happiness. We often think that a better job will make us happy, but once we get that dream job, we are back at square one.We often hold on to certain sins and addictions and pursue other means to fill our voids and cover-up our depression, sorrow, and anxiety. Our world has a very wrong idea of happiness."

Nah, jadinya kalau kita cek juga, memang pada dasarnya kebahagiaan yang dicari oleh dasarnya manusia adalah berfokus pada diri sendiri. Kita ingin bahagia, kita ingin menemukan kebahagiaan, dan endingnya terpusat pada diri kita sendiri.

Seringkali kita belajar untuk bahagia namun pada akhirnya kita sendiri tersesat kepada kebahagiaan yang kita ciptakan sendiri, dan malah berakhir pada frustasi karena pada akhirnya kita tidak menemukan kebahagiaan itu.

 Jadi, sebenarnya, apa itu yang disebut kebahagiaan sih?

Ada di suatu kondisi dan suatu malam, saya menemukan suatu insight baru yang mencenangkan buat pemikiran pribadi saya mengenai Happiness yaitu;

PURPOSE

Yah, Purpose - Atau Tujuan Hidup.

pur·pose - /ˈpÉ™rpÉ™s/ noun  : the reason for which something is done or created or for which something exists or a Verb : have as one's intention or objective.

Nah, menjadi menarik buat saya mengenai apa itu Purpose instead of mencari apa itu kebahagiaan. Bukannya gw gak mau bahagia sih, siapa sih yang gak mau bahagia. Tapi mendekati umur gw yang semakin mateng, gw makin berpikir bahwa, Apa sih yang lu cari dalam hidup? Terus terusan menjadi sebuah pertanyaan buat gw pribadi, apa sih yang lu cari, apa sih yang lu mau, apa sih yang lu harapkan, dan mau kemana sih hidup ini?

Gw pribadi memang bisa dibilang orang yang telat dalam bergerak dan kadang gw melihat bahwa diri gw adalah orang yang tertinggal, sehingga gw memandang diri gw rendah dan tidak berguna. Insecurities dan overthinking jadi makanan daily gw, mau segimanapun gw ingin untuk healing, ternyata hal ini hanya memindahkan masalah yang ada dan sesaat kelihatannya hilang.

Ada sebuah Quotes menarik dari Christine Caine di IGnya @christinecaine,

"Don't Miss Your Purpose Because You're Waiting For A Position"

Jadi, gw rasa.. yang saat ini harusnya gw cari adalah PURPOSE ! Apa sih tujuan gw hidup, apa sih yang mau gw lakukan atau lebih tepatnya, apa sih yang TUHAN gw mau untuk hidup gw ?

Nah, saat gw memiliki pemikiran dan insight ini gw jadi berpikir hal baru, yaitu Seluruh Hidup gw seharusnya adalah mencari apa itu PURPOSE hidup gw, dan KEBAHAGIAAN akan mengikutinya. Pencarian purpose of life bukanlah pencarian hidup yang mudah, dan mungkin aja butuh seumur hidup, lah jadinya kita gak bahagia dong? hmmm mungkin perspektif kita perlu diputar sedikit.

Kalau kita mencari Purpose hidup yang pencipta kita (baca: TUHAN) seharusnya Purpose hidup itu adalah menjadi fungsi seharusnya kita sebagai manusia diciptakan, dan seharusnya kalau kita diciptakan dan diberikan sebuah fungsi dan kita menjalani fungsi itu, biasanya hidup kita ini aligned dengan rencana awal Tuhan kepada kita, dan untuk itu biasanya "BAHAGIA" itu akan datang dengan sendirinya.

Apakah mudah ? GAK SAMA SEKALI ! Susah.. menjalani panggilan hidup kita saat ini itu gak gampang, sangat sangat gak gampang... Karena sesuatu yang baik kalau didapatkan dengan mudah, biasanya akan disia siakan.

Jadi, gimana kah proses gw mencari purpose gw? gw juga gak tahu.. lets the journey of finding purpose begins.


Selasa, 05 Oktober 2021

D.E.C.I.S.I.O.N


Dari kata dasar DECIDE yang artinya sebagai berikut;

de·cide
/dəˈsīd/

  • come to a resolution in the mind as a result of consideration.
  • cause to come to a resolution.
  • make a choice from a number of alternatives.
Kalimat yang gampang diucapkan dan sangat susah bagi sebagian orang untuk mengambil keputusan ini. Gak gampang bisa mengambil keputusan apalagi gw yang introvert, kalau DISC terakhir gw adalah SI, susah banget untuk bisa ngambil keputusan, kebanyakan menimbang, kebanyakan dipikirin, namun pada hasilnya kita malah terombang ambing dengan pemikiran itu, alih alih ada keputusan yang dibuat, yang terjadi adalah malah gak ada keputusan yang keluar dan malah merugikan diri sendiri dan orang lain.

So, jadi gimana dong harusnya mengambil keputusan? ini menjadi sebuah pertanyaan yang gak ada habisnya buat gw, selalu mencari terus terus dan terus bagaimana bisa mengambil keputusan, baik dari para pembicara hebat international sampai dengan Para Petinggi Agama yang mengajarkan mengenai cara mengambil keputusan.

So, gw mencari pengajaran sederhana, bagaimana cara mengambil keputusan, inget ini adala Teori atau dalam arti Prinsip Alkitab yang gw dapatkan, yakni didalam hal berikut;

Mazmur 25 : 12 -14 (TB)
25:12 Siapakah orang yang takut akan TUHAN? y  Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan 1  z  yang harus dipilihnya. 25:13 Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan a  dan anak cucunya akan mewarisi bumi. b  25:14 TUHAN bergaul karib c  dengan orang yang takut akan Dia 2 , dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya d  kepada mereka.

Nah, dari dasar ayat ini, maskudnya apa? 

Jadi kalau dari referensi yang gw dapetin, yakni seperti ini : 

Tema utama mazmur ini ialah bagaimana Allah dengan hikmat menuntun orang percaya yang setia. Perhatikan kebenaran berikut:

  1. 1) Allah memiliki rencana untuk setiap orang percaya. Dia memiliki rencana untuk Adam (Kej 1:28; 2:18-25), Abraham (Kej 12:1-3), Yusuf (Kej 45:4-9), dan umat-Nya, Israel (Kej 50:24Kel 6:5-7); Ia mempunyai rencana bagi Yesus (Luk 18:31) dan Paulus (Kis 21:10-14; 22:14-15; 26:16-19;

    lihat cat. --> Kis 21:14).

    [atau ref. Kis 21:14]

    Allah memiliki rencana tertentu bagi setiap anak-Nya (Ef 1:10; 2:10Ef 3:11; 4:11-13; dan 1Kor 12:1-31).
  2. 2) Rencana Allah dapat disampaikan kepada kita melalui cara-cara luar biasa seperti mimpi, penglihatan, dan nubuat (Kis 2:17; 9:12; 10:3Kis 13:21Kor 14:1;

    lihat cat. --> Kis 21:10).

    [atau ref. Kis 21:10]

    Akan tetapi, cara yang biasa dipakai-Nya dalam menuntun dan menyalurkan hikmat kepada kita adalah melalui Firman Allah (2Tim 3:16) dan melalui Roh Kudus yang tinggal di dalam hati kita (Kis 8:29; 10:19Kis 13:2; 15:28; 16:61Yoh 2:20,27).
  3. 3) Rencana Allah bagi orang percaya bisa meleset jikalau kita mengabaikan Firman Allah atau dengan salah menafsirkannya kita membuat keputusan yang bertentangan dengan kehendak-Nya. Jikalau keyakinan, sikap dan ajaran dasar yang terdapat dalam Alkitab tidak tertanam betul-betul di dalam kita maka kita akan tersesat.
  4. 4) Kebenaran mendasari bimbingan Allah (bd. ayat Mazm 25:21Rom 8:11-14), karena Allah menuntun kita "di jalan yang benar" (Mazm 23:3).

  2 Full Life : TAKUT AKAN DIA.

Nas : Mazm 25:14

Pengenalan pribadi akan Allah dan persekutuan intim dengan-Nya adalah khusus bagi mereka yang takut akan Dia dan menjauhkan diri dari kejahatan (bd. Ams 3:5-7;

lihat art. TAKUT AKAN TUHAN).

(source : https://alkitab.sabda.org/passage.php?passage=Mzm%2025:12-14&tab=text)


Nah, berdasarkan dari diatas, yang bisa gw tangkep dari sebuah KEPUTUSAN adalah karena setiap hari kita harus membuat keputusan, dan dari satu keputusan akan menghasilkan keputusan lain, dan dari keputusan lain akan membuahkan keputusan lainnya lagi, dan terus seperti itu. Karena keputusan selalu membuahkan keputusan lainnya dan setiap keputusan pasti akan diikuti oleh akibatnya, maka yang terjadi adalah kita harus memiliki planning atau rencana sebelum mengambil keputusan tersebut.

Dalam Alkitab, kita harus mengambil keputusan berdasarkan GOD's will dan not our will, karena kalau kita membuat keputusan berdasarkan dari bagaimana dasarnya The Word of God and God's will maka keputusan itu bisa kita buat dengan bijak dan kita mungkin saja akan terhindar dari kendala, masalah atau bahkan sakit hati yang mungkin tidak perlu kita tanggung.

Key point dari dalam membuat keputusan kalau gw lihat adalah ada di Mazmur 25:12 nih, yaitu Siapakah orang yang takut akan TUHAN? y  Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan. Nah ! Bimbingan Tuhan itu selalu ada buat orang yang takut akan Dia, namun kita ini keseringannya adalah suka pinter sendiri, suka pakai hikmat sendiri dan suka bikin susah sendiri.

Nah, gak gampang sih untuk bisa mengambil keputusan, kenapa? karena kita suka banget bandel dengan menggunakan keputusan kita sendiri, kita berasa pinter, atau bahkan kita menganggap kita ini Tuhan.

Akibatnya adalah Kita jadi susah sendiri, kita jadi bingung sendiri, kita juga yang stress sendiri. Tapi mengikuti Word of God juga gak gampang.... nah dari tulisan ini aja lu bisa tahu kan, gw aja bingung mesti gimana... Hati sih pingin bisa ngikutin kemauan Tuhan, Badan dan Jiwa suka berasa pinter sendiri. Butuh Tekad yang kuat dan Konsistensi untuk terus berlatih mengenai hal ini. Well.... bagaimanakah Journey gw terkait hal ini??

Apakah gw bisa menjalani hal ini ?......

see you on the next journey.. 


Minggu, 03 Oktober 2021

The Lost of Joy

 

The Lost of Joy, yap bener, alias kehilangan Joy atau sukacita. Hal yang paling tidak enak dalam kehidupan adalah saat kita kehilangan Joy atau sukacita, karena kita menjadi orang yang murung, negatif, sinis, dan memang gak suka orang lain berbahagia.


Banyak hal yang membuat kita kehilangan sukacita, bisa internal bisa juga eksternal. Kalau dari Internal bisa jadi karena memang kondisi diri kita yang sedang down, burnout, lelah, emosi dan lainnya, dan kalau Eksternal bisa jadi dari kondisi sekitar, kerjaan, family, perkataan orang, dan lain lainnya.


Dalam kasus gw sendiri, bagaimana sukacita itu bisa hilang? yah mungkin bisa jadi internal karena gw lagi down, burnout, dan tekanan lain dalam diri akibat dari ketidakpuasan dan mungkin iri hati serta efek dari introvert yang tidak bisa diluapkan atau disampaikan secara terbuka kepada orang lain. Bisa juga dari sisi eksternal, dimana bagaimana kondisi kantor, atasan, rekan kantor, keluarga dan lainnya.


Gw menyimpulkan bahwa Burnout adalah hal yang paling bisa disangkut pautkan dengan Joy, Joy bisa hilang saat gangguan mental dalam diri kita terjadi. Sebuah tulisan dari Steven Furtict ini (gambar diatas) menjadi sebuah renungan sih buat gw. Bahwa bisa jadi Tuhan ingin menggunakan apa yang Tormenting kita, atau "menyiksa" kita untuk mengajarkan kita mengenai apa itu Grace atau Kasih Karunia.


Tormenting kalau gw cari infonya itu berbunyi seperti ini "cause to experience severe mental or physical suffering." dalam arti lain dari Free Dictionary, Tormenting adalah arti dalam dua hal berikut; 1. Great physical pain or mental anguish. 2. A source of harassment, annoyance, or pain.


Dalam hari hari ini, banyak banget hal hal yang bisa me"tormenting" kita dalam kehidupan keseharian kita yang mengganggu kesehatan mental kita. Paling gampang kalau di gw adalah keadaan Office, bagaimana memiliki Leader yang menurut gw yang gak bisa berkomunikasi dengan baik dengan team, ketidakjelasan Jabatan dan tanggung jawab dan fungsi, dan bagaiman mengoperasikan daily job yang jelas yang aneh.


Tidak ada company yang sempurna, dimanapun itu, namun tidak bearti bisa dijalankan bebas dengan seenaknya bagi para pihak yang mengaku Leader dengan anggapan "asal tidak merugikan perusahaan" apapun diijinkan, yang terjadi adalah ? setiap "Leader" memiliki agenda untuk memuaskan dirinya sendiri, so dengan posisi gw yang berada di "tengah" dan gak "jelas" karena tidak adanya komunikasi yang baik, nah, hal ini yang mentormenting dari sisi eksternal gw. 


Gw menjadi burnout karena perkara hal kecil yang didiamkan dan tidak adanya perubahan yang terjadi dari pemegang otoritas, ide sudah diberikan, namun hanya ditampung dan tidak dijalankan. Result Oriented tanpa ada Planning yang terjadi. Well... i am burnout and it effected my mental health. 


Teman kantor banyak yang berusaha menganjurkan untuk paid leave, agar bisa re"charge" diri gw lagi.


Tapi setelah gw membaca pesan di atas mengenai "MAYBE GOD WANTS TO USE WHAT IS TORMENTING YOU TO MENTOR YOU ABOUT HIS GRACE", Gw berpikir bahwa mungkin Tuhan gw ingin meminta gw untuk REST sejenak dan berpikir bahwa "MAYBE" hal ini memang menjadi sebuah "UJIAN" buat gw untuk memiliki "PERSPEKTIF" yang berbeda dalam melihat keadaan seperti ini.


Kalau setiap hal yang terjadi karena ada maksud dan tujuannya, "MAYBE" hal ini memang menjadi ujian gw untuk bisa lulus, baik lulus dari segi kehidupan untuk merasakan "GRACE" yang DIA berikan ataupun kelulusan gw untuk bisa pindah ke tempat pekerjaan yang memang bisa melihat potensi gw lebih baik.


Apapun itu, gw juga gak tahu, karena "MAYBE" berbicara tentang kemungkinan, dan berbicara kemungkinan bisa jadi adalah permintaan diri untuk bisa berharap dan merubah perspektif. Berharap untuk mendapatkan tempat lebih baik, atau ubah perspektif untuk melihat hal ini menjadi kesempatan gw untuk menjadi pribadi yang lebih baik. 


Manapun jawabannya, gw juga gak tau, toh namanya juga hidup, masa depan adalah misteri, sementara hari ini adalah "present",  tapi yang pasti mencoba untuk mengisi "hari ini" dengan baik serta mencoba untuk memiliki perspektif yang berbeda agar gw juga bisa mendapatkan naik level untuk mengerti bagaimana wujud asli dari "Grace" tersebut.


So...apakah hasilnya ? ..... kita lihat saja ... karena gw juga gak tahu ...


Jumat, 01 Oktober 2021

Everything is Start From Here

 Yes, kalian tidak salah baca, semuanya berawal dari buku ini, yang dimana saya mencoba untuk menterjemahkan kedalam sebuah Blog.



Sebenarnya ini adalah buku ketiga karena dua buku lainnya merupakan buku tulis biasa yang belum ada namanya hingga akhirnya saya membuatkan sebuah custom Jurnal book yang berisikan mengenai daily Journal serta progress kehidupan dan Wisdom yang didapatkan setiap harinya.

Saya bukanlah sebagai penulis Journal handal dan bukanlah sebagai Copy Writer yang mahir dalam membuat kerangka tulisan, berita dan lainnya. Namun disini saya belajar bahwa suatu berkah dalam menulis adalah saya bisa menaruh pesan yang tidak terucapkan dari dalam diri saya kepada suatu tulisan yang memang berasal dari keresahan dalam diri.

Dari menulis juga membuat saya sadar bahwa dalam hidup banyak hal yang bisa kita lakukan dan kita bagikan kepada orang, serta hal hal kebaikan dan wisdom yang saya dapatkan dari keseharian harinya bisa tertumpah kedalam buku ini.

Buku VINSJOURNAL selalu berisi mengenai Daily Devotion yang saya lakukan sebagai bekal untuk makanan Jiwa saya dalam menghadapi daily life. Tidak mudah dan memang membutuhkan konsistensi dalam melakukan daily journaling ini. Bukan masalah seberapa saya sibuk dan tidak sempat, namun seberapa penting saya memperhatikan kesehatan mental diri saya ini. Setiap hari saya harus berhadapan dengan berbagai macam orang dan pihak yang sangat menguras mental diri sehingga kadang ingin membuat saya "kabur" dari situasi macam itu. Baik dari segi urusan Keluarga, Pekerjaan, Hubungan dengan pasangan atau teman kantor, dan lainnya. 

Hal hal kecil yang terjadi mungkin terlihat sepele, namun apabila dipendam dan ditahankan dalam kurun waktu yang sangat lama, hal ini menimbulkan terjadinya "burnout" dalam diri saya dan membuat saya menjadi tidak stabil serta berada dalam keadaan tertekan setiap harinya.

Mungkin orang luar tidak tahu seberapa tertekannya kehidupan saya pribadi, dan saya pun tidak mengetahui bagaiman tertekannya kehidupan orang lain itu, sehingga kita menjadi orang yang saling tidak perduli satu sama lain.  Sebagai orang yang introvert tentu hal ini menjadi permasalahan yang double, karena semua dipendam sendiri.

So bagaimanakah saya bisa keluar dari kendala hal ini? saya belum tahu, karena disaat menulis inipun, saya hanya berusahan mengeluarkan tekanan ini melalui tulisan ini. apakah saya mampu? mungkin, bisa ya, ataupun bisa tidak. . . . .